Charity bersama Yayasan Rumah Lentera


Mewakili IIDN Solo Raya kami menghadiri Charity yang diadakan oleh Yayasan Rumah Lentera. Bertempat di The Alana hotel & convention center, Solo acara berlangsung meriah. Selain talk show ringan seputar kesehatan kulit dan perawatannya untuk kaum perempuan diadakan pula sejumlah peragaan busana dimana hasil lelang nantinya akan disumbangkan. Inti acaranya pengenalan HIV AIDS pada masyarakat, dijelaskan oleh dr. Dyah Cinde Sp.Kk dari rs. Indriati bahwa HIV berbeda dengan Aids. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sel CD 4 atau yang lebih dikenal sebagai sel T. sel T adalah bagian dari sel darah putih dimana fungsinya sebagai pertahanan tubuh. Sedangkan Aids adalah Acquired Immune Deficiency Syndrom, itu adalah tahap akhir dari  HIV. Gejala infeksi HIV  antara demam, sakit tenggorokan hingga tubuh merasa lelah, bahkan akan mengalami diare terue menerus, muntah, mual, hingga timbul bercak merah, penurunan berat badan yang sangat signifikan. Indonesia sendiri adalah Negara dengan penderita HIV yang cukup banyak. Selain anak muda, ibu rumah tangga pun beresiko terkena hiv aids. Masyarakat sendiri perlu mengenal apa itu HIV Aids, gejalanya, penyebabnya, sampai pencegahnya. HIV sendiri terjadi karena hubungan seks bebas tanpa menggunakan pengaman, semisal kondom, pemakaian jarum suntik dengan sesama penderita HIV, misal pengguna narkoba, tranfusi darah, bahkan ibu hamil dan menyusui rentan menurunkan virus tersebut. Perlu diketahui HIV aids bukanlah penyakit menular dan kita tidak akan tertular meski bersentuhan dengan penderita, kecuali penderita mengalami sariawan, atau terdapat luka tebuka di mulut kemudian kita bergantian memakai benda pribadi seperti sikat gigi.

Sudah bukan zamanya untuk menjauhi penderita HIV aids, yang perlu kita lakukan merangkul dan membuat mereka bersemangat kembali bahwa mereka diterima di masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh Bapak Puguh bersama Yayasan Rumah Lentera, beliau menampung anak-anak penderita HIV Aids. Berprofesi sebagai juru parkir Bapak Puguh beserta istri merawat anak-anak tersebut dengan penuh kasih sayang, tanpa pamrih, dan beliau terus berjuang agar anak-anak tersebut bisa diterima dalam masyarakat selayaknya anak pada umumnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

nekat nulis

Ditengah-tengah kami, Iwik hanya mampu di gerbang SD