Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Cinta, berbagi, dan memiliki

Berkali-kali aku melihat sinetron dengan latar seorang pembantu dengan majikan, pembantu dengan sopirnya, pembantu dengan apalah yang pasti kebanyakan happy ending. Selalu begitu, berakhirnya sebuah drama yang membuat penontonnya membayangkan andai itu aku. Iwik,,,meretas cinta pertamanya dengan seorang tukang ojek, ironis.  Bahkan kisah Iwik menjadi sebuah kisah yang mengenaskan, untukku. Iwik memang kurang dari segi pendidikan, dia pun sangat jarang bersosialisasi. Iwik begitu pendiam, dia punya dunianya sendiri, dan Iwik pun mungkin bingung disaat dia masuk kesebuah dunia luar yang begitu luas. Dia masuk tanpa pengawalan, baik moril mau pun spiritualnya. Iwik melenggang bebas merasakan sentuhan-sentuhan dunia luar dengan tanpa beban, dan Iwik tak pernah menyaring mana yang tepat, dan tidak tepat. Iwik berjalan diatas bara yang tidak dia sadari. Iwik mereguk manisnya cinta dengan sepenuh hatinya, apa yang ada dipikirannya mungkin berbeda dengan apa yang orang-orang pikirkan...

Ke Pasar

Lucu sekali hari ini....ahay, rasa kangen ku belum terobati juga. Pergi ke pasar, itulah yang aku kangeni. Sering sekali Ibu menyuruh kami berbelanja dipasar, kalau nggak mbakku yang nomer satu pasti aku atau adikku yang ke pasar. Ibu sudah memberi list apa saja nanti yang akan kami beli, tak lupa Ibu berpesan jajan boleh asal yang mengenyangkan heheh. Jika hari Minggu pasti lebih heboh lagi karena aku teman-teman berebut ingin ke pasar. Alhasil kami saling bergandengan menuju pasar. Menurut kami saat itu ke pasar sudah menjadi hal yang sangat menyenangkan. Kami bisa belanja sendiri dan jajan sesuka hati, meski jajanan kami sangat sederhana yaitu gethuk, ketan puli, pita dan jepitan rambut murah meriah menjadi hiburan buat kami. Jarak pasar dan rumah sangat dekat, kami cukup berjalan kaki ramai-ramai sambil bercerita. Kalau nggak ada teman biasanya aku naik sepeda, kadang sendiri kadang juga boncengan sama adik atau mbakku. Bukan itu saja, rasanya dipasar dapat belajar apa saj...

Iwik Pulang dengan Sendirinya

Selepas lulus SD kira-kira tahun 2000 Iwik hanya menganggur saja dirumah, sesekali dia membantu emaknya dipasar. Namanya juga dipasar, ada banyak orang dan tentu ada banyak pembicaraan heheh, pembicaraan antara orang tua, antara penjual dan pembeli, dan antara pedagang.  Usut punya usut emaknya Iwik pun terbujuk juga dengan rayuan teman sesama pedagang. Merantaulah Iwik ke Jakarta.  Keterbatasan ilmu yang kita dapat ternyata akan berdampak besar terhadap masa depan kita. Iwik terjerumus kedalam sebuah pergaulan yang dia sendiri juga tidak tahu dunia apa yang dia masuki. Iwik sama sekali tidak tahu besarnya kota Jakarta itu tidaklah selalu menjanjikan. Emaknya pun hanya tahu disana Iwik kerja ikut orang. Itu saja yang emaknya tahu.  Iwik pun hamil diusia yang sangat muda, mengenaskan bukan? tidak, itu adalah pengalaman bagi saya. Entah bagi Iwik. Iwik hanya tahu dia disayangi, diperhatikan, dan dia memperoleh kasih sayang yang tidak dia temukan dari sosok Ayah...

Ditengah-tengah kami, Iwik hanya mampu di gerbang SD

Iwik salah satu teman masa kecilku meski usianya dua tahuan dibawahku. Lebih tepatnya dia seusia adikku, aku, adikku, mbakku, iwik, lek iken, lek upik, dan dua bersaudara mbak kom dan mbak fitri, kami semua tinggal satu deret. Masa kecil kami sungguh menyenangkan, kami bermain betengan , delikan/petak umpet, bekelan, dan terkadang kami bermain keluarga-keluargaan. Jarang sekali kami bertengkar karena jaman dulu belum ada hp atau mainan yang sanggup membuat kami rebutan atau saling menjatuhkan karena satu diantara kami yang tidak punya.  Diantara kami hanya Iwik yang cuma menamatkan sekolahnya di SD. Bukan karena tidak mampu, namun orang tuanya  tidak melek pendidikan. Ibunya hanya seorang penjual teh hangat di pasar, Bapaknya petani dan penggembala sapi. Sungguh, dibandingkan aku dan saudaraku sebenarnya Iwik lebih beruntung secara finansial. Bapaknya adalah seorang jawa yang begitu kolot dengan seabreg aturan. Pernah tetanggaku yang guru SD mendatanginya, membujuk agar Iwi...

Sore ku menyenangkan

Gambar
Siang...eh, salah deh, berhubung sudah pukul tiga dan disini mendung jadi selamat sore semuanyaaa. Semoga hari ini kalian semua sehat, mendapat berkah yang berlimpah, dan selalu dalam lindungan ALLAH SWT. Hari ini begitu menyita tenaga, pekerjaan seperti biasa baru selesai menjelang ashar. Istirahat? sama sekali belum, tapi satu yang pasti hari ini aku bahagia karena bisa mengingat betapa hidup manusia itu memang laku dan lakon. Dua sisi hidup yang manusia memang harus melaluinya. Laku adalah sebuah langkah. Langkah yang baik insyaallah berakhir baik dan langkah yang buruk belum tentu juga akan mengalami kehancuran. Baik atau buruk tergantung pada diri kita yang melaluinya. Lakon, ada banyak cerita kehidupan manusia. Berbeda-beda dan boleh iri dengan lakon hidup orang yang lebih baik dari kita, namun setidaknya kita pun harus berusaha melakoni takdir kita sendiri, serta menyadari antara lakon dan laku sudah menjadi kehendak ALLAH SWT yang telah diletakkan dipundak kita dari kita m...

Sepenggal Kisah Iwik

Gambar
9 Mei 2014 Hari ini seperti biasa aku bekerja dan bekerja. Tak ada yang berbeda bahkan sama disetiap detiknya. Berbunyilah alat komunikasi yang selalu kupakai disetiap harinya, tidak terlalu canggih tapi juga tidak terlalu jadul. Lemas, begitu aku mendengar kabar dari seberang. "Iwik meninggal dunia tadi malam setelah melahirkan." deggg...terngiang ditelingaku ucapan Budhe tempo hari yang menyuruh aku beserta keluargaku untuk mengunjungi Iwik saat dia melahirkan nanti. Entah itu sebuah pertanda atau firasat atau hanya sekedar keinginan orang tua agar kami selalu menjaga persaudaraan? Sekali lagi entah...itu maksudnya apa. Pesan Budhe tempo hari dan kabar pagi ini sungguh pukulan tanpa rasa untukku. Bagaimana dengan bayinya nanti? Bagaimana dengan anak pertamanya  yang masih belum mengeluarkan tetesan darah remajanya namun telah ditinggal pergi bundanya. Dua anak dari dua bapak dan dua tanggung jawab yang sangatlah berbeda. 7 Juni 2014 Malam ini kamarku ent...

FC ala Rozie di dua bulan pertama

Gambar
Yeee....hampir dua bulan ber-food combining, meski nggal stabil tapi cukup sebagai pemula. Sebagai pemula aku selalu berusaha makan sesuai Juklak. Dimulai dari ber-jeniperan sampai sarbu ditiap paginya. Sesekali aku masih makan roti dipagi hari namun tetap sesuai dengan muatan lambungku. Aku bahkan tak pernah makan sampai kenyang, aku selalu berusaha untuk makan sesuai jatah lambungku daripada menuruti mataku. Terkadang lapar mata lebih menyeramkan dari lapar yang sesungguhnya. Siang dan Malam hari aku makan seperti biasanya, tapi tetap tak akan kupertemukan antara pati dan protein hewani, meski mereka sudah janjian dan rindu ingin bertemu tetap tak akan kupertemukan keduanya. Kecuali sudah benar-benar aku berada ditempat yang terpencil hingga hanya ada mereka berdua, dengan terpaksa aku menyatukan mereka. Jujur...menginjak minggu kedua iseng aku kedokter dengan harapan konsultasi mengenai pola makan dan rasa sakit ditanganku...eh, bukan konsultasi aku hanya diberi obat dan yan...

Sabar

Pagi ini aku kembali merindukanmu, entah mengapa rasanya sulit untuk aku  melewatinya sendiri Jalan itu terlalu terjal untuk kulalui dan terlalu sulit untuk terlewati Dulu, untuk bisa melewati semuanya aku selalu berbagi denganmu, berkeluh kesah tentang banyak hal padamu Rasa kecewaku, rasa lelah, dan rasa ingin pergi selalu terucap dari mulutku Kau tak pernah marah padaku Kau tersenyum Kau tertawa Dan kau berkata "Jalanilah apa yang sudah Tuhan berikan" Ah...semua berakhir dengan cepatnya Tak ada penyelesaian Tak ada juga kesimpulan Hanya ada satu kata Sabar

diujung jalan itu

Diujung jalan itu ada sebuah janji Diujung jalan itu tertera sebuah prasasti Diujung jalan itu tertinggal sebuah memori Diujung jalan itu tak hilang jejak kaki Diujung jalan itu awal dari sebuah mimpi Diujung jalan itu terlihat jelas asa yang tak pernah mati Diujung jalan itu berdiri, berjalan, kemudian berlari