Iwik Pulang dengan Sendirinya
Selepas lulus SD kira-kira tahun 2000 Iwik hanya menganggur saja dirumah, sesekali dia membantu emaknya dipasar. Namanya juga dipasar, ada banyak orang dan tentu ada banyak pembicaraan heheh, pembicaraan antara orang tua, antara penjual dan pembeli, dan antara pedagang.
Usut punya usut emaknya Iwik pun terbujuk juga dengan rayuan teman sesama pedagang. Merantaulah Iwik ke Jakarta.
Keterbatasan ilmu yang kita dapat ternyata akan berdampak besar terhadap masa depan kita. Iwik terjerumus kedalam sebuah pergaulan yang dia sendiri juga tidak tahu dunia apa yang dia masuki. Iwik sama sekali tidak tahu besarnya kota Jakarta itu tidaklah selalu menjanjikan. Emaknya pun hanya tahu disana Iwik kerja ikut orang. Itu saja yang emaknya tahu.
Iwik pun hamil diusia yang sangat muda, mengenaskan bukan? tidak, itu adalah pengalaman bagi saya. Entah bagi Iwik. Iwik hanya tahu dia disayangi, diperhatikan, dan dia memperoleh kasih sayang yang tidak dia temukan dari sosok Ayah *pengalaman bagi saya. Kenapa sosok Ayah? Karena dia hamil dengan seorang tukang ojek yang sudah berkeluarga. Iwik merasa cinta dari suaminya tulus, setulus cintanya. Namun apa iya seperti itu disebut cinta?
Iwik mungkin ingin meretas mimpi panjang di ibukota, apalah daya dia harus pulang dengan sendirinya.
Komentar
Posting Komentar