Ke Pasar

Lucu sekali hari ini....ahay, rasa kangen ku belum terobati juga.

Pergi ke pasar, itulah yang aku kangeni.

Sering sekali Ibu menyuruh kami berbelanja dipasar, kalau nggak mbakku yang nomer satu pasti aku atau adikku yang ke pasar. Ibu sudah memberi list apa saja nanti yang akan kami beli, tak lupa Ibu berpesan jajan boleh asal yang mengenyangkan heheh.

Jika hari Minggu pasti lebih heboh lagi karena aku teman-teman berebut ingin ke pasar. Alhasil kami saling bergandengan menuju pasar. Menurut kami saat itu ke pasar sudah menjadi hal yang sangat menyenangkan.
Kami bisa belanja sendiri dan jajan sesuka hati, meski jajanan kami sangat sederhana yaitu gethuk, ketan puli, pita dan jepitan rambut murah meriah menjadi hiburan buat kami. Jarak pasar dan rumah sangat dekat, kami cukup berjalan kaki ramai-ramai sambil bercerita. Kalau nggak ada teman biasanya aku naik sepeda, kadang sendiri kadang juga boncengan sama adik atau mbakku.

Bukan itu saja, rasanya dipasar dapat belajar apa saja. Dari mulai bertanya sampai menawar dan itu semua kita lakukan sendiri. Apalagi jika ada yang menegur kami dan bilang seperti ini, "Aduh, kok yo pinter-pinter wis wani blonjo dewe." bagaimana kami tidak bangga dipuji kayak gitu.

Biasanya sebelum ke pasar dipagi hari kami sudah berkencan disore hari, jadi begitu selesai jalan-jalan*kebiasaan tiap minggu pagi jalan-jalan* kami akan langsung pulang dan minta uang. Aku kadang kesel juga dengan Ibu ku, biasanya aku dan adikku hanya diberi uang dua ribu untuk berdua, selebihnya kami disuruh belanja sayur dan karak/krupuk. Bayangkan dua ribu dapat apa, tapi kami masih dapat beli gethuk seharga dua ratus sebungkusnya, es dawet dua ratus semangkuk kecil, dan ada jepitan seharga lima ratus.

Cukup juga kan dua ribu berdua hehehe...ingat itu jaman aku masih kecil, 29 tahun yang lalu.

Sekarang jarang sekali aku kepasar, bahkan bisa dibilang tidak pernah. Aku lebih sering belanja di tukang sayur yang jualannya tidak begitu lengkap. Padahal aku masih sangat suka belanja dan ah...pasar salah satu tempat yang enak untuk cuci mata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

nekat nulis

Charity bersama Yayasan Rumah Lentera

Ditengah-tengah kami, Iwik hanya mampu di gerbang SD