Sabar

Pagi ini aku kembali merindukanmu, entah mengapa rasanya sulit untuk aku  melewatinya sendiri
Jalan itu terlalu terjal untuk kulalui dan terlalu sulit untuk terlewati
Dulu, untuk bisa melewati semuanya aku selalu berbagi denganmu, berkeluh kesah tentang banyak hal padamu
Rasa kecewaku, rasa lelah, dan rasa ingin pergi selalu terucap dari mulutku
Kau tak pernah marah padaku
Kau tersenyum
Kau tertawa
Dan kau berkata "Jalanilah apa yang sudah Tuhan berikan"
Ah...semua berakhir dengan cepatnya
Tak ada penyelesaian
Tak ada juga kesimpulan
Hanya ada satu kata
Sabar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

nekat nulis

Charity bersama Yayasan Rumah Lentera

Ditengah-tengah kami, Iwik hanya mampu di gerbang SD