detik!!!

Ketika setiap detik itu bukan waktu lalu apa? bukankah setiap detik itu berjalan layaknya jam atau pun menit, dan di setiap detik pula aku mengalaminya. Dejavu tentangmu yang tak kunjung henti.
Ketika setiap detik itu adalah keberanian tentunya tak selama ini aku menunggumu. Menyepi dan menghindari sebuah kenyataan ternyata teramatlah sulit. Kau tahu berapa lama aku melakukanya? Bukan sedetik dua detik. Beribu-ribu bahkan berjuta-juta detik lamanya, mungkin lebih tepatnya tak terhitung lagi jumlahnya karena aku hanya merasa cukup sedetik pengorbananku untukmu. 
Ketika setiap detik bisa menghilangkan mu dari hatiku....seperti kabut yang mampu menghilang dalam hitungan detik. Dan di setiap detik sampai saat ini masih kupeluk pagi bersama kabut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

nekat nulis

Charity bersama Yayasan Rumah Lentera

Ditengah-tengah kami, Iwik hanya mampu di gerbang SD